logo

Selasa, 16 Juni 2020

Bone Menuju New Normal, Petugas Perbatasan Ditarik, Pariwisata Segera Dibuka

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Bumi Arung Palakka kini menuju new normal. Semua sektor untuk menggenjot Pandapatan Asli Daerah (PAD) sudah dirapatkan.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan, rapat dengan seluruh stakeholder dan Gugus Tugas PPC-19 Bone mengevaluasi kebijakan. Untuk pendidikan tahun ajaran baru tetap 1 Juli, namun Bone masih zona orange dan belum mendapat izin untuk sekolah tatap muka.

“Maka sekolah di rumah tetap jalan. Dan kita minta Dinas Pendidikan tetap menjaga kebersihan sekolah,” katanya.

Kemudian untuk salat berjemaah, harus tetap menerapkan protokol kesehatan, dan wajib untuk memakai masker. Sedangkan untuk posko perbatasan disepakati mulai tanggal 17 Juni pukul 00.00 Wita sudah tidak ada lagi kegiatan posko.

“Yang diberdayakan adalah posko desa. Dengan pertimbangan jumlah masyarakat yang masuk sudah mulai terbatas, dan melihat kemampuan desanya bagus. Apalagi sudah ada data bagi semua warga yang masuk dan bisa langsung ditelusuri. Karena kita sudah menuju new normal,” jelas Ketua Gugus Tugas PPC-19 Bone itu.

Sementara Kapolres Bone, AKBP Tri Handoko menuturkan, untuk pasar ada pembatasan atau jarak yang diterapkan seperti genap ganjil atau apa yang sering terjadi di Jakarta. “Ada jarak dari masyarakat dalam berbelanja, jadi itu bisa menjadi contoh ke masyarakat,” ucapnya.

Namun untuk sektor pariwisata Bone juga belum direncanakan untuk dibuka. Permintaan izin hanya untuk rumah-rumah atau gazebonya hanya untuk Tanjung Pallette saja. Apalagi selama masa pandemi PAD dari sektor pariwisata anjlok.

“Selama pandemi ini obyek wisata ditutup, jadi otomatis penerimaan PAD tidak ada. Kalau ini berlaku sampai akhir tahun boleh dikata PAD sektor pariwisata terjadi penurunan 99 persen,” jelas Kadis Pariwisata Bone, Budiono.

Dia menambahkan, untuk tahun ini target PAD Rp1 miliar. Itu kemungkinan besar sulit tercapai. Meski begitu juga masih berharap agar objek wisata bisa dibuka kembali seperti Tanjung Palllette, Cempalagi, dan lainnya.

“Memang rencana kita buka dalam waktu dekat, tapu sementara ini kita melengkapi kebutuhan alat protokoler kesehatan dan menunggu izin pimpinan,” tambahnya. (agung/fajar)

close
Subscribe
end: rekat float-->