logo

Sabtu, 13 Juni 2020

Puluhan Bus “Diusir” dari Terminal Gara-gara Tak Patuhi Protokol

FAJAR.CO.ID — Puluhan bus dari berbagai jurusan terpaksa ditilang dan dikeluarkan dari terminal. Penyebabnya tidak lain karena kurangnya persyaratan. Salah satunya terkait kelengkapan protokol kesehatan.

Itu terlihat di Terminal Purabaya, Surabaya, yang dibuka untuk umum sejak Selasa (9/6/2020). Meski begitu, setidaknya sudah ada 30 bus yang dikeluarkan dari terminal karena melanggar protokol terkait new normal.

“Banyak yang kami tindak,” kata Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat, Jumat pagi (12/6/2020).

Pelanggaran paling banyak adalah awak bus tidak dilengkapi surat keterangan sehat. Menurut Imam, sebagian masih menyepelekan hal itu. Padahal, surat tersebut wajib dibawa sebelum membawa penumpang. Selain itu, ada armada yang surat uji kir dan trayeknya sudah tidak berlaku.

Persyaratan tersebut tidak bisa ditawar lagi. Tindakan tegas harus diambil petugas. Selain ditilang, mereka dikeluarkan dari terminal. Imam mengatakan, bus boleh kembali ke terminal asal semua syaratnya dipenuhi. ’’Tidak ada kelonggaran sedikit pun untuk pelanggar,’’ tegasnya.

Dia menjelaskan, sesusai dengan protokol, awak bus wajib membawa surat kesehatan dari puskemas sekitar. Bukan hanya itu, mereka harus menggunakan APD lengkap seperti sarung tangan, masker, sampai pelindung wajah (face shield). Selain itu, pihak bus harus menyediakan hand sanitizer untuk penumpang.

Selain masalah trayek dan uji kir, pemeriksaan difokuskan pada physical distancing di dalam bus. Yakni, harus ada sekat bangku kosong. Penumpang tidak boleh saling berdempet. Saat ini kapasitasnya hanya 50 persen dari sebelumnya.

Menurut Imam, sekarang bus AKDP atau AKP sudah masuk di Purabaya. Hanya, jumlahnya masih relatif sedikit, yakni sekitar 68 unit. Angka itu jauh lebih sedikit dibanding rata-rata hari nornal yang mencapai 900 unit per hari. ’’Yang belum ada hanya jurusan Jakarta dan Bali,’’ katanya.

Bus yang masuk ke Purabaya minim karena adanya beberapa aturan di berbagai wilayah. Juga, masih minimnya penumpang. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos, jumlah penumpang masih sekitar 400 orang untuk kedatangan.

Jumlah tersebut sangat jauh dibanding hari nornmal yang mencapai 29 ribu per hari. Imam menambahkan, banyak warga yang belum tahu bahwa Purabaya sudah beroperasi. Yang pasti, pemeriksaan diperketat untuk menjaga kenyamanan penumpang. (jpc)

close
Subscribe
end: rekat float-->