logo

Sabtu, 04 Juli 2020

Izin Reklamasi Ancol Diterbitkan Gubernur Anies, Ferdinand: Orang Jakarta Tidak Semua Goblok!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemberian izin reklamasi di kawasan Taman Impian Jaya Ancol oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuai protes. Baik dari pemerhati lingkungan, oposisi, bahkan pendukung setianya. Padahal pencabutan 13 izin reklamasi di Teluk Jakarta belum juga tuntas hingga kini. Salah satu yang tanpa lelah mengkritik kebijakan Gubernur Anies adalah Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Lewat cuitannya di akun Twitter, dia menilai, Pemprov DKI selalu saja mencari pembenaran terkait reklamasi perluasan kawasan Ancol itu. Padahal pemberian izin tersebut jelas salah dan mengingkari janji politik Anies yang selama ini disuarakan. Kritik Ferdinand itu bermula saat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, yang menjelaskan duduk persoalan pemberian izin tersebut. Saefullah memaparkan reklamasi Ancol merupakan warisan perjanjian pada 2009 atau era Gubernur Fauzi Bowo. Saat itu, disepakati perjanjian antara Pemprov DKI dan PT Pembangunan Jaya Ancol untuk memperluas lahan reklamasi. Hal ini juga dicantumkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur Seluas 120 hektare. “Penetapan lokasi tersebut juga berpegang pada perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI dan PT Pembangunan Jaya Ancol untuk perluasan Ancol Timur seluas 120 hektare pada tahun 2009,” ungkap Saefullah, Jumat (3/7/2020).

close
Subscribe
end: rekat float-->