logo

Sabtu, 12 September 2020

Ini Empat Mata Air Unik di Ciamis, Konon Berkhasiat Untuk Kehidupan

Ini Empat Mata Air Unik di Ciamis, Konon Berkhasiat Untuk Kehidupan

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ada sejumlah tempat yang penuh misteri yang membuat penasaran untuk dikunjungi. Seperti empat mata air unik di Ciamis yang memiliki mitos berkhasiat dan berkah, baik untuk kehidupan, usaha dan lainnya.

Berikut Empat Mata Air Unik di Ciamis

Air Zam-zam Situ Lengkong Panjalu

Situ Lengkong adalah sebuah danau yang juga tempat wisata ziarah. Letaknya berada di Kecamatan Panjalu. Konon, warga percaya sumber air danau ini dari air zam-zam yang dibawa oleh Raja Panjalu Prabu Boros Ngora saat ke Timur Tengah. Ia mempelajari Islam kepada Syyidina Ali RA.  

Untuk mencoba meminum air zam-zam ini, peziarah terlebih dulu harus ke Nusa Gede (pulau tengah danau) dengan menggunakan perahu. Ada tempat penyulingan dan penampungan khusus agar air danau siap minum. Biasanya peziarah membawa air itu sebagai oleh-oleh dalam botol plastik, atau berwudu untuk keberkahan.

Abdul Azis, Juru Kunci Nusa Gede Situ Lengkong, menjelaskan mata air Situ Lengkong ini unik. Karena dapat memberikan keberkahan. Namun ia mengingatkan jangan percaya kepada air tapi hanya sebagai perantara. Karena untuk mencari keberkahan, orang tersebut tetap hanya beristiqomah dan berdoa mencari ridha Alloh SWT.

Konon, cerita terbentuknya danau ini ketika Prabu Borosngora sebelum menjadi muslim. Ia  merupakan orang hebat yang siap menantang lawan yang jago beladiri. Ketika mencari lawan sampai ke Timur Tengah, ia bertemu dengan Sayyidina Ali. Karena tak mampu mengalahkan Sayyidina Ali, Boros Ngora memutuskan menjadi murdinya.

Nama Boros Ngora berganti menjadi Syekh Abdul Iman. Saat pulangke Panjalu, Boros Ngora membawa oleh-oleh air zam-zam dalam wadah gayung yang bolong. Saat sampai Panjalu, ia menumpahkan air zam-zam tersebut ke lokasi yang kini menjadi Situ Lengkong Panjalu dengan luas 51 Hektar.

Mata Air Ciwasiat Mekarjaya Baregbeg

Mata air unik yang kedua adalah Ciwasiat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg. Lokasi ini adalah tempat peninggalan seorang tokoh penyebar Islam Cirebon. Konon, pengunjung yang mandi dari mata air Ciwasiat bisa mendapatkan ketenangan batin, selain tentunya menyegarkan lahir.

Atau pun untuk mencari keberkahan sesuai dengan keinginan dan niat masing-masing. Mata air ini terletak sekitar 150 meter dari jalan utama desa. Tapi untuk menuju ke lokasi harus berjalan kaki karena melintasi area persawahan.

Elan Kuswaya, Sesepuh Desa Mekarjaya mengatakan asal-usul mata air unik ini dari tokoh islam bernama Raden Gatotkaca Jumantoro yang tengah bersemedi saat tempat ini adalah hutan.  Sebelumnya, ia telah berpesan kepada istrinya untuk mengantarkan air ketika selesai bersemedi.

Tapi ketika istrinya mengantarkan air, kendi tersebut tumpah sebelum sempat terminum oleh Raden Gatotkaca Jumantoro. Dari tumpahan itu, tiba-tiba keluar mata air yang kini warga mengenalnya Ciwasiat. “Sesuai dengan asal-usulnya sehingga namanya mata air Ciwasiat,” jelasnya.

Setiap malam jumat dan selasa keliwon, tempat ini kerap kedatangan warga dari luar daerah, seperti Garut, Bandung dan Cirebon. Mereka sengaja mandi, berwudu dan membawa air itu dalam botol plastik.

Mata Air Cidehem Sandingtaman yang Unik Bisa Bergelembung

Mata air unik ketiga adalah Cidehem berada di Dusun Citaman, Desa Sandingtaman, Panjalu. Keunikannya adalah air ini akan bergelembung ketika ada getaran suara atau berdehem (mulut bergumam). Air ini sangat jernih sampai transparan melihat dasar mata air yang berupa pasir tanah dan bebatuan.

Tempat ini sangat berpotensi menjadi lokasi wisata. Banyak warga yang memanfaatkan air ini untuk berendam dan berenang. Mata air ini bersumber dari kaki pengunungan setempat yang memiliki banyak pohon besar. Bahkan pada samping mata air terdapat pohon beringin (caringin) yang berfungsi sebagai peneduh mata air.

Sama seperti mata air unik lainnya, Cidehem ini ada khasiat tersendiri, sesuai kehendak dan keinginan orang tersebut. Tapi sekali lagi, mata air ini hanya perantara namun yang menentukan iya dan tidaknya tetap dari sang pencipta.

“Kalau ada orang yang bergumam cukup kencang maka dari dasar akan keluar gelembung. Jadi air yang keluar menjadi banyak karena getaran suara,” ujar Atong Hidayat, pemelihara mata air Cidehem.  

Konon, mata air ini peninggalan Syeh Abdul Manaf sebagai tokoh penyebar Islam untuk wilayah Sandingtaman. Ada juga cerita yang mana mata air ini peninggalan Eyang Jagad Nata Tirta Sukma. Ia merupakan manusia pertama di Tatar Sunda.

Mata Air Cibarani Nagarapageuh Panawangan

Mata air unik terkhir adalah Cibarani dari Hutan Pasarean, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Ciamis. Konon, mata air tersebut bisa sembuhkan berbagai penyakit dengan cara mandi dari mata air ini. Selain itu, airnya tersebut tidak keruh atau kumer ketika tersimpan dalam botol.

Mata air ini juga menjadi salah satu sumber air bagi warga sekitar, terutama saat musim kemarau. Karena mata air ini tidak pernah kering, mengalir sepanjang tahun.

Samin Setiawan, Amil Desa Nagarapageuh, menceritakan, mata air ini telah tercampur air zam-zam yang dibawa Eyang Kura Haji Jayanana dari Mekah datang ke Nagarapageuh. Lalu menumpahkannya ke lokasi yang kini menjadi mata air.

“Untuk pengobatan bisa sembuhkan penyakit. Ada beberapa orang  yang sudah merasakan memang ada kebarokahannya. Tapi yang penting jangan menyekutukan Alloh SWT. Berdoa tetap kepada yang maha pencipta,” ucapnya. 

Itulah beberapa mata air unik yang ada di Kabupaten Ciamis. Kalau penasaran, silahkan saja kunjungi satu per satu lokasinya. Karena tempat tersebut juga bisa menjadi salah satu pilihan tujuan wisata akhir pekan. (R9/HR Online)

The post Ini Empat Mata Air Unik di Ciamis, Konon Berkhasiat Untuk Kehidupan appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->