logo

Senin, 07 September 2020

Negara Teraman dari Covid-19 dan Negara Paling Berbahaya, Indonesia?

Negara Teraman dari Covid-19

Negara teraman dari Covid-19 saat ini adalah Jerman. Hal ini menurut laporan penelitian dari Deep Knowledge Group, salah satu lembaga nirlaba yang banyak mempublikasikan hasil penelitian termutakhir. Jika Jerman negara teraman, lalu negara mana yang paling berbahaya terkait penyebaran Covid-19, dan bagaimana dengan posisi Indonesia?

Baca Juga: Ilmuwan MIT Amerika Ciptakan Robot untuk Pasien Covid-19

Negara Teraman dari Covid-19

Mengutip dari situs resmi Deep Knowledge Group, setelah Jerman, negara lain yang paling aman dari Covid-19 adalah Selandia Baru dan Korea Selatan.

Sementara Swiss yang semula menempati peringkat pertama, harus kembali ke urutan empat. Lalu Jerman pada urutan kelima. Selanjutnya Australia dan Cina berada pada urutan keenam dan ketujuh.

Amerika Serikat, negara adidaya ini hanya menempati peringkat ke-55, masih di belakang Hongaria, Vietnam, China, Malaysia, dan Bulgaria.

Sedangkan untuk negara paling berbahaya terkait Covid-19 ada Somalia, Sudan Selatan, Afganistan dan Mali.

Deep Knowledge Group pertama kali merilis peringkat negara teraman di dunia untuk COVID-19 pada bulan Juni.

Sekarang, lembaga tersebut telah memperbarui data dan metodologi serta menerbitkan kembali laporan tentang negara dan wilayah teraman.

Baca Juga: Arti Lockdown, Social Distancing dan Istilah Populer Seputar Virus Corona

Peringkat tersebut tentu tidak sesuai dengan harapan kebanyakan orang. Lantaran laporan penelitian terkait negara teraman dari Covid-19 ini bukan sekedar berapa banyak infeksi yang ada saat ini, atau berapa banyak kematian akibat COVID-19.

Sebaliknya, peringkat negara paling aman ini berdasarkan serangkaian penilaian kompleks terkait faktor medis, ekonomi, dan politik.

Selain itu, Deep Knowledge Group juga meningkatkan atau menurunkan skor suatu negara. Tergantung pada beberapa indikasi perubahan dalam penanganan Covid-19.

Selandia Baru misalnya, negara ini telah berhasil dengan sangat baik, seperti halnya negara-negara lain di Karibia dan Asia Tenggara.

Parameter Skor Negara Teraman

Menurut laporan Deep Knowledge Group, peringkat ini bukan sekedar masalah suatu negara terkena Covid-19 atau tidak. Hal ini juga penting, namun lebih kepada kemauan politik dan penerimaan masyarakatnya pada berbagai kebijakan untuk menangani Covid-19 seperti karantina maupun lockdown.

Misalnya, apakah pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dengan baik. Jika suatu negara memiliki pemantauan dan deteksi yang baik serta sistem medis yang kuat, maka sudah pasti peringkatnya akan naik dan masuk dalam negara teraman dari Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Berbasis Molekul Dikembangkan Unair

Termasuk juga seberapa rentan suatu negara terhadap keruntuhan ekonomi akibat COVID-19, selain juga seberapa baik suatu negara dalam menangani keadaan darurat.

Secara keseluruhan, Deep Knowledge Group mengatakan untuk peringkat negara teraman dari Covid-19, mereka melihat lebih dari 140 parameter dan mempertimbangkan lebih dari 35.000 poin data, keduanya meningkat secara signifikan dari laporan bulan Juni.

Misalnya dari kemajuan penelitian vaksin Covid-19. Ini penting untuk analisis yang lebih menyeluruh tentang penyebaran virus dan berbagai tingkat keberhasilan dalam pencegahan dan pemulihan.

Mengapa Skor Amerika Serikat Sangat Rendah?

Amerika Serikat, menurut Deep Knowledge Group, memiliki semangat kebebasan yang sedikit kebablasan. Masyarakatnya tidak menanggapi dengan baik seruan lockdown atau penggunaan masker wajah.

Selain itu, desentralisasi politik menyebabakn adanya perbedaan yang signifikan antara negara dan negara bagian dalam menangani pandemi. Koordinasi juga menjadi sorotan.

Sementara Amerika Serikat memiliki pola penularan yang serupa pada awal krisis, laporan tersebut mengatakan, kedua negara tersebut menyimpang dalam penanganan Covid-19.

Tak heran jika Amerika Serikat memiliki peringkat lebih rendah dalam daftar negara teraman dari Covid-19.

“Dengan jumlah mereka yang tetap rendah dan tidak signifikan hingga Maret, hanya butuh beberapa hari untuk pertumbuhan Covid-19 harian Amerika Serikat mendekati 50 persen. Sehingga dalam waktu kurang dari seminggu jumlah kasusnya 5 kali lebih besar daripada Kanada, dan 5 hari setelah itu 10 kali lebih besar, ” kata laporan itu.

Salah satu kisah sukses besar Amerika Selatan adalah negara Uruguay. Negara ini adalah satu-satunya negara kawasan Amerika Selayan yang masih terbuka untuk bepergian ke negara-negara Eropa. Namun memiliki tingkat infeksi yang jauh lebih rendah serta tingkat kematian COVID-19 yang rendah juga.

Baca Juga: Hewan yang Paling Rentan Terinfeksi Covid-19 Menurut Studi Genomik

“Ini adalah tanggung jawab sosial yang tinggi dari warga dan otoritasnya, yang menghambat penyebaran pandemi,” kata laporan itu. Ini alasan kenapa Uruguay masuk dalam negara teraman dari Covid-19, meskipun dengan skor rendah.

“Keadaan darurat kesehatan nasional, dengan tindakan terkait, pemerintah segera mengumumkannya setelah empat kematian pertama, yang menyebabkan jumlah insiden total yang jauh lebih rendah dalam ukuran absolut dan per 1 juta penduduk, serta tingkat kematian yang kurang lebih rendah. Terlepas dari kenyataan bahwa 15% orang Uruguay berusia 65 tahun ke atas, ” tulis laporan tersebut.

Indonesia Berada pada Peringkat Berapa?

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dalam laporan tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-79 dari 100 negara. Tentu saja peringkat ini sangat rendah. Apalagi dengan kenaikan kasus positif Covid-19 per hari yang mencapai ribuan.

Tingkat kematian yang tinggi dan penanganan pemerintah dalam situasi pandemi Covid-19, serta jangan lupa juga kesadaran masyarakat yang rendah dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ini semua menjadi alasan kenapa Indonesia bisa berada pada peringkat bawah negara teraman dari Covid-19. Meskipun memang belum termasuk ke dalam negara paling berbahaya terkait Covid-19 ini. (Ndu/R7/HR-Online)

The post Negara Teraman dari Covid-19 dan Negara Paling Berbahaya, Indonesia? appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->