logo

Rabu, 23 September 2020

Temuan Planet Pi Mirip Dengan Bumi Masa Orbit Hanya 3,14 Hari

Temuan Planet Pi

Temuan planet Pi yang merupakan eksoplanet ternyata mirip dengan Bumi. Dari segi ukurannya, planet ini memang sama dengan Bumi. Namun dari segi kehidupan, tentunya memiliki perbedaan yang sangat jelas.

Para ilmuwan MIT merupakan dalang dari penemuan eksoplanet ini. Mereka mengklaim bahwa telah menemukan eksoplanet dengan nama planet Pi. Nama ini terinspirasi dari masa orbitnya yakni hanya 3,14 hari.

Masa orbit tersebut mengingatkan pada konstanta matematika yakni Pi. Kemudian eksoplanet tersebut langsung mendapat nama seperti rumus Pi. Temuan planet ini juga masuk dalam jajaran eksoplanet yang lainnya.

Baca Juga: Temuan Planet Baru oleh NASA Hampir Mirip dengan Bumi

Temuan Planet Pi Seukuran Bumi

Para astronom menemukan eksoplanet ini melalui sinyal teleskopik. Pengamatan ini terjadi pada tahun 2017 ketika misi K2 NASA Kepler Space Telescope. Melalui misi ini, para astronom kemudian memusatkan perhatian kepada sebuah sistem.

Melansir dari Phys.Org, planet ini bergerak pada jalur orbitnya. Pergerakannya memakan kecepatan sekitar 81 kilometer per detik. Kemudian berpusat pada SPECULOOS dan jaringan teleskop berbasis darat.

Tim yang mengamati mengonfirmasi bahwa sinyal tersebut berasal dari planet orbit bintangnya. Masa orbit planet ini ketika mengelilingi bintangnya terhitung dengan hitungan hari.

Mahasiswa pascasarjana dari Mit’s Department of Earth Atmospheric and Planetary Sciences, Prajawal, mengungkapkan bahwa temuan planet Pi ini bergerak seperti jarum jam.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa planet ini tampaknya tidak ramah. Hal ini karena kedekatannya dengan orbit dari bintang sekitar. Suhu pada permukaan eksoplanet ini memiliki suhu permukaan sekitar 350 derajat Fahrenheit.

Baca Juga: Penemuan Planet Kaya Karbon dan Banyak Berlian, Apakah Layak Huni?

Mengupas Temuan Eksoplanet Pi

Temuan eksoplanet dengan nama sama konstanta matematika ini mendapat label K2-315b. Label ini adalah sistem planet ke-315 dan penemuannya terdapat pada data K2. Hanya ada satu data ini dalam daftar.

Para peneliti terus mengamati keadaan planet ini. Mulai dari karakteristik hingga visual yang paling detail. Seperti melansir pada news.mit.edu, planet berlabel K2-315b ini memiliki radius sekitar 0,95 dari Bumi.

Radius ini menjadikan temuan planet Pi terlihat sama dengan Bumi. Suhu planet ketika mengorbit juga cukup dingin dan memiliki massa rendah. Kurang lebih sekitar seperlima ukuran pusat tata surya yakni Matahari.

Dengan kecepatan sekitar 181.000 mil per jam, eksoplanet in hanya membutuhkan 3 hari untuk menyelesaikan orbitnya. Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti berapakah massa dari planet ini. Namun para ilmuwan hanya menerapkan praduga.

Kemungkinan planet berlabel K2-315b ini merupakan terestrial yang sama seperti Bumi. Namun dari segi kehidupan, planet Pi tidak layak huni. Alasannya adalah karena orbitnya yang begitu cepat dan suhu permukaannya yang begitu panas.

Prajwal kembali mengungkapkan bahwa suhu planet tersebut terlalu panas. Sehingga kemungkinan makhluk hidup dapat bertahan sangat minim. Para ilmuwan ingin mempelajari temuan planet Pi ini lebih detail.

Salah satunya adalah terkait dengan karakteristik atmosfernya. Kemungkinan besar ada kandungan lain pada eksoplanet yang satu ini. Selain itu, hasil dari penelitian bisa menjadi perbandingan untuk ekstraksi planet.

Terkadang tidak semua planet masuk dalam data karena memang belum terdeteksi. Sehingga sangat penting untuk memasukkan setiap data dari hasil penelitian temuan planet.

Baca Juga: Temuan Galaksi Spiral Berbulu NGC 2775 Menggunakan Hubble

Misi Pencarian Planet Seperti Bumi

Temuan planet Pi tentu saja tidak terlepas dari adanya sebuah misi. Artinya terdeteksinya planet ini bukan merupakan kesengajaan. Akan tetapi, bagian dari sebuah misi menggunakan teleskop KEPLER.

Peluncuran pesawat ruang angkasa tersebut membawa misi untuk mencari planet seperti Bumi. Pencarian tersebut tertuju pada kawasan katai ultracool terdekat. Sehingga penjelajahan lebih aman karena tidak terlalu jauh dari Bumi.

Para astronom tentunya melihat adanya tanda-tanda transit dan cahaya. Sinyal planet tersebut kemungkinan menyeberangi bintang. Lalu menghalangi cahayanya sehingga terlihat lebih redup daripada biasanya.

Teleskop KEPLER sendiri telah mengamati bagian langit, termasuk kawasan katai dingin. Prajwal mengungkapkan bahwa ada sekitar 20 dips dalam cahaya bintang. Kemudian bergerak berulang kali sehingga muncul sinyal yang mudah untuk terdeteksi.

Selain temuan planet Pi, para astronom telah menemukan 4.300 eksoplanet lainnya. Data set KEPLER sendiri sudah dalam kondisi nonaktif sejak dua tahun yang lalu. Hal ini terjadi ketika peletakan batu pertama setelah misinya selesai. (R10/HR Online)

The post Temuan Planet Pi Mirip Dengan Bumi Masa Orbit Hanya 3,14 Hari appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->