logo

Sabtu, 03 Oktober 2020

Tanda Tanda Menopause, dari Kulit Keriput Hingga Gangguan Emosi

Tanda Tanda Menopause

Tanda tanda menopause tak jarang menimbulkan sesuatu yang menjadi kekhawatiran kebanyakan wanita. Masa menopause bukan hanya merupakan akhirnya masa muda, namun juga menurunnya kecantikan dan kekencangan kulit.

Kebanyakan wanita beranggapan bahwa menopause seakan seperti akhir dunia. Bahkan tak sedikit yang tidak bisa menerima kenyataan dan harus menyendiri beberapa lama hingga akhirnya bisa menerimanya.

Menopause, menurut Wikipedia, merupakan momentum saat terhentinya siklus menstruasi wanita. Karena itulah menopause juga populer dengan sebutan mati haid.

Namun matinya atau terhentinya haid tidak terjadi secara mendadak atau tiba-tiba. Ini merupakan proses alamiah yang berlangsung lama, bahkan ada yang mengalaminya hingga beberapa bulan hingga haid berhenti sama sekali.

Ada sejumlah tanda tanda menopause yang akan terjadi sebelum seorang wanita benar-benar terhenti haidnya. Mengenal tanda atau gejala yang mendahulunya akan memudahkan Anda untuk lebih menerima kenyataan alamiah tersebut.

Baca juga: Ladies, Minum Kopi Bisa Memperburuk Menopause Lho..

Terhentinya menopause berkaitan dengan perubahan hormon tubuh. Perubahan inilah yang membuat menstruasi mengalami perubahan. Ada yang menstruasi terhenti selama beberapa bulan namun datang lagi.

Proses alami yang terjadi pada kaum wanita ini merupakan perubahan siklus kehidupan. Proses ini umumnya akan mulai terasa setelah memasuki usia 40 tahunan. Tak sedikit wanita yang merasa khawatir dengan usia tersebut.

Saat seseorang sudah mulai menginjak usia 40 tahun akan terjadi tanda tanda menopause dengan banyak perubahan. Perubahan ini terkait dengan masa menopause yang sudah semakin dekat. Sejumlah gejala pra-menopause juga akan terjadi.

Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa pada usia 40 tahun banyak wanita yang akan mengalami penurunan kualitas kesehatannya. Antara lain kepadatan tulang yang menurun atau volume haid yang semakin berkurang.

Sejumlah riset juga menemukan bahwa hanya sedikit wanita yang berhenti haidnya secara mendadak setelah berusia 40 tahun. Sebaliknya, banyak wanita yang melalui masa transisi ini berkisar dari dua hingga 8 tahun sebelum menstruasi benar-benar terhenti.

Tanda Tanda Menopause

Terhentinya haid pada menopause juga akan membuat terhentinya waktu reproduksi kaum wanita. Tidak ada satu pun wanita yang mampu untuk mencegah, menunda, atau menghindari saat menopause datang.

Baca juga: Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

Sebagai proses alami yang pasti terjadi, akan lebih bijak jika Anda mempersiapkan diri saat terhentinya haid menghampiri. Nah, berikut ini berbagai tanda tanda menopause pada wanita yang perlu Anda tahu.

Buang Air Kecil Lebih Sering dan Nyeri

Buang air kecil dengan frekuensi yang meningkat tak jarang berkaitan dengan adanya gangguan kesehatan atau bisa karena banyak minum air putih. Namun kondisi ini juga bisa memperlihatkan awal Anda memasuki masa menopause.

Tak jarang pula gejala ini berlangsung dengan timbulnya rasa nyeri atau sakit. Bahkan tak jarang wanita yang juga mengalami infeksi saluran kandung kemih. Hal ini terjadi karena penurunan elastisitas pada alat vital.

Siklus Menstruasi Berubah

Siklus menstruasi yang mengalami perubahan merupakan tanda tanda menopause yang paling umum terjadi. Perubahan ini biasanya terjadi pada wanita yang telah memasuki usia 40 tahun atau lebih.

Perubahan tak hanya menyangkut periodenya yang tidak stabil, namun juga volumenya. Bahan tak jarang haid datang hanya dalam bentuk flek atau bercak merah saja. Namun untuk memastikannya biasanya membutuhkan beberapa bulan.

Penurunan Gairah Istri

Tanda tanda menopause lainnya yang cukup menjadi kekhawatiran banyak wanita adalah menurunnya gairah seks. Kondisi ini terjadi karena menurunnya hormon estrogen, sehingga kebutuhan maupun gairah terhadap berhubungan suami istri akan semakin berkurang.

Penurunan hormon estrogen secara alami ini karena terjadi perubahan pada vagina, khususnya bagian klitoris yang menurun kepekaannya terhadap rangsangan. Perubahan inilah yang membuat kebutuhan biologis sangat menurun.

Vagina Berubah Kering

Penurunan produksi hormon estrogen juga menyebabkan vagina menjadi kering. Padahal, hormon ini berfungsi layaknya pelumas yang membuat vagina menjadi basah dan lembab.

Rasa Gatal pada Vagina  

Keringnya vagina akibat produksi hormon estrogen juga menyebabkan rasa gatal. Tanda tanda menopause ini umumnya cukup mengganggu dan tak jarang juga timbul rasa nyeri.

Proses alami inilah yang membuat wanita kurang bergairah dalam berhubungan dengan suami. Bahkan jika suami menginginkan dan kemudian melakukan hubungan biasanya menimbulkan rasa sakit bagi pihak istri.

Hot Flashes

Hot flashes merupakan kondisi tubuh yang terasa panas. Sensasi panas semacam ini biasanya terjadi setelah wanita mendapatkan haid terakhirnya. Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa menit. Bahkan ada yang mengalami hingga setengah jam.

Sensasi panas ini biasanya juga dengan perubahan warna kulit yang tampak seperti kemerahan. Tak jarang pula timbul keringat. Kondisi ini tak jarang berkaitan dengan naiknya emosi atau stres karena akan memasuki masa menopause.

Lebih Sensitif dan Emosional

Tanda tanda menopause lainnya yang juga sering terjadi adalah meningkatkan sensitivitas dan emosi wanita. Penurunan produksi hormon estrogen juga akan mempengaruhi psikologis dan emosi wanita.

Wanita yang akan memasuki masa menopause umumnya akan lebih sensitif, sering gelisah, sulit untuk fokus, lebih agresif, gampang marah, dan mudah merasa lelah. Suasana hati wanita umumnya juga mudah berubah.

Sulit Tidur

Efek psikologis karena penurunan hormon estrogen akan membuat rasa gelisah. Kondisi inilah yang akan menyebabkan wanita yang akan memasuki masa menopause akan kesulitan untuk tidur.

Baca juga: Penyebab Telat Datang Bulan dan Upaya Mengatasinya

Tak jarang kondisi ini juga memicu wanita sering terbangun saat tengah malam dan tidak bisa tidur lagi. Untuk mengatasi kondisi ini ada baiknya Anda melakukan olahraga ringan atau minum susu sebelum tidur.

Tanda Penuaan pada Kulit dan Rambut

Ciri atau tanda tanda menopause lainnya yang juga umum terjadi adalah perubahan pada kulit dan rambut. Tanda penuaan akan semakin banyak muncul baik pada wajah yang terlihat keriput atau rambut yang mulai beruban.

Garis penuaan ini sangat terlihat pada sekitar mata. Bertambahnya usia dan penurunan fungsi berbagai organ tubuh akan membuat kulit mulai mengendur. Tubuh tak lagi memproduksi kolagen yang penting dalam menjaga kekencangan kulit.

Daya Ingat Menurun

Bertambahnya usia juga ditandai dengan penurunan daya ingat. Kepikunan merupakan ciri khas orang yang telah berusia lanjut. Jika Anda sering mulai mudah lupa mungkin Anda harus siap dengan masa menopause.

Gangguan pada Saluran Kemih

Tanda tanda menopause yang juga banyak terjadi adalah menurunnya kemampuan menahan buang air kecil. Hal ini terjadi karena menurunnya fungsi saluran kemih.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Infeksi Saluran Kemih yang Patut Diwaspadai

Kondisi ini juga yang membuat tak sedikit kasus orang lanjut usia yang ngompol karena tidak bisa untuk menahannya. Bahkan tak sedikit wanita menopause yang merasakan nyeri saat buang air kecil.

Nyeri Sendi dan Otot

Orang yang akan memasuki masa menopause juga mudah mengalami gangguan sendi dan otot. Apalagi dengan menurunnya kerja organ tubuh akan membuat tubuh rentan dengan berbagai keluhan dan penyakit.

Demikianlah tanda tanda menopause yang biasanya terjadi pada setiap wanita. Masa terhentinya siklus haid ini umumnya terjadi pada wanita yang telah berusia 40 tahun. Mengenal tanda ini akan membuat Anda lebih mempersiapkan diri. (R11/HR-Online)

Editor: Eva Latifah

The post Tanda Tanda Menopause, dari Kulit Keriput Hingga Gangguan Emosi appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->