logo

Jumat, 06 November 2020

Fosil Udang Bermata Lima Ditemukan, Mata Rantai yang Hilang

Fosil Udang Bermata Lima

Fosil udang bermata lima menjadi penemuan yang dapat mengakhiri perdebatan mengenai evolusi hewan yang paling umum ini. Para peneliti menemukan fosil hewan yang termasuk ke dalam arthropoda ini menjadi salah satu perkembangan dari penelitian mereka.

Penemuan hewan yang telah hidup selama kurang lebih 250 juta tahun yang silam ini mereka sebut-sebut dapat menjadi mata rantai yang hilang dan masuk ke dalam Kylinxia Zhangi. Tak lain adalah makhluk yang mirip dengan udang yang kemudian fosil mereka simpan di Yunnan, China.

Fosil Udang Bermata Lima

Mengutip dari Gulf Today, para ilmuwan sains telah menemukan fosil dari makhluk hidup yang hidup sejak 250 juta tahun yang lalu. Makhluk hidup tersebut menyerupai udang, akan tetapi memiliki mata berjumlah lima.

Penemuan ini akan menjadi sesuatu yang dapat mengakhiri perdebatan mengenai evolusi salah satu hewan yang paling umum dan hidup di Bumi.

Hewan-hewan seperti udang, kepiting, lobster, hingga laba-laba termasuk ke dalam hewan arthropoda yang hidup dengan 80 persen memiliki eksoskeleton atau rangka luar yang keras. Hal ini menjadi ciri-ciri yang khas mengenai hewan-hewan tersebut.

Akan tetapi, selama ini menjadi sebuah misteri akan evolusi mereka. Hal ini karena pada tubuh nenek moyang merak, tidak terdapat karakter yang sama dengan karakter tubuh pada arthropoda modern saat ini.

Hingga akhirnya menemukan Kylinxia Zhangi, yang merupakan hewan yang menyerupai udang yang mereka awetkan dalam fosil udang bermata lima serta tersimpan di Yunnan, China.

Penemuan tersebut, menurut para peneliti, dapat menjadi kunci dari mata rantai yang menghilang dalam sejarah evolusi hewan jenis arthropoda ini.

Baca Juga: Fosil Hewan Laut Gnathomortis Stadtmani, Predator Penguasa Lautan

Kylinxia Zhangi

Kylinxia, sama halnya dengan jenis arthropoda saat ini, mempunyai cangkang atau kerangka tubuh luar yang keras, tubuh bersegmen-segmen, serta memiliki kaki bersendi. Akan tetapi, hewan purba tersebut juga mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan makhluk purba yang lebih tua.

Kemudian, para peneliti memberi nama dengan “Kylin”, yang artinya makhluk hidup dalam mitologi tradisional China yang mempunyai ciri-ciri dari semua atau berbagai hewan. Penemuan hewan mirip udang ini memiliki lima mata, dengan tiga mata yang kecil, serta berjejer pada bagian atas kepala.

Kemudian, dua lagi memiliki ukuran lebih besar dan terletak pada bagian belakang. Fosil udang bermata lima ini mungkin saja terdengar sedikit lebih aneh, akan tetapi ini merupakan fitur yang pernah para ilmuwan lihat sebelumnya.

Mereka melihatnya pada makhluk yang mereka namai Opabinia. Makhluk purba ini secara umum telah terkenal sebagai “keajaiban yang aneh”. Terdapat dua appendages pada bagian depan dengan bentuk runcing yang juga Kylinxia miliki.

Menurut pendapat para ahli dan peneliti, mereka menjadi teringat akan jenis makhluk lain yang telah mereka anggap sebagai nenek moyang dari arthropoda, yakni Anomalocaris.

Baca Juga: Fosil Beruang Gua Zaman Es Terlihat Utuh Meski Tertimbun Ribuan Tahun

Celah Evolusi

Meskipun Kylinxia dan Anomalocaris secara teori mereka anggap sebagai prekursor untuk arthropoda modern. Namun celah evolusioner pada jejak fosil telah membuat hal tersebut sulit untuk mereka buktikan. Hingga pada saat penemuan fosil udang bermata lima tersebut mereka temukan, dan menjadi kunci jawaban yang mereka inginkan.

“Kylinxia telah mewakili dari fosil transisi penting yang telah teori evolusi Darwin prediksi,” ujar Han Zeng. Ia adalah penulis Institut Geologi dan Palaentologi Nanjing (NIGPAS) dari studi yang telah terbit dalam jurnal Nature.

“Fosil ini menjembatani kesenjangan evolusi Anomalocaris menjadi arthropoda sejati. Lalu, membentuk ‘mata rantai yang telah hilang’ pada asal muasal arthropoda,” imbuh Zheng.

Lalu, menurut Diying Huang, profesor NIGPAS, ada saat penemuan fosil udang bermata lima tersebut telah terungkap, hanya terlihat kaki depannya. Kemudian, para peneliti pun memiliki asumsi jika fosil tersebut merupakan bagian dari spesimen Anomalocaris saja.

“Hewan tersebut terlihat aneh, seperti appendages depan yang umumnya Anomalocaris miliki. Kemudian, juga melekat pada tubuh arthropoda biasa,” ucap Huang, salah seorang penulis yang ada dalam studi.

“Pada saat setelah melakukan persiapan dengan cermat, saya tahu jika hewan tersebut merupakan arthropoda baru dan penting”. Lalu, sebagian nilai yang Kylinxia miliki yakni ada pada detail luar biasa yang awet pada fosil.

“Penemuan fosil udang bermata lima menunjukkan struktur anatominya sangat indah,” kata Fang Chen Zhao, salah seorang rekan penulis dari study.

Ia juga menambahkan jika terdapat jaringan mata, saraf, dan sistem pencernaan ini merupakan bagian dari tubuh yang lunak. Kemudian, pada umumnya tidak tampak dari apa yang ada dalam fosil konvensional. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Fosil Udang Bermata Lima Ditemukan, Mata Rantai yang Hilang appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->