logo

Minggu, 29 November 2020

Fungsi Hormon Sitokinin pada Perkembangan Tanaman

Fungsi Hormon Sitokinin pada Perkembangan Tanaman

Fungsi hormon sitokinin sangat penting bagi keberlangsungan hidup pada tanaman. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangannya. Sehingga mampu membuat tanaman bekerja dengan baik dalam menerima rangsangan cahaya matahari.

Pada dasarnya, ada beberapa hormon yang berfungsi untuk tumbuhan. Salah satunya adalah hormon sitokinin yang memiliki peran berbeda dengan hormon auksin, giberelin, etilen, dan lain-lain. Hormon inilah yang merupakan molekul kimia pada tumbuhan.

Tak heran apabila hampir semua tanaman memiliki hormon pada bagian tubuhnya. Lagi-lagi hormon ini bekerja dengan fungsi masing-masing. Ada hormon yang peka terhadap rangsangan akar lateral dan lain sebagainya.

Sejarah dan Fungsi Hormon Sitokinin

Tepatnya pada tahun 1950, Skoog dan Miller mencampurkan DNA sperma yang berasal dari ikan hering. Pencampuran ini menggunakan kultur jaringan tembakau. Hasilnya adalah sel kultur mampu membelah diri.

Dua orang ini lalu mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel. Setelah itu, mereka menyebutnya dengan zat kinetin. Inilah yang mengawali penyebutan sitokinin yang mana mampu merangsang pembelahan sel.

Transportasi sitokinin ini bisa melalui floem, xylem, serta sel parenkim. Sel sitokinin ini ada dua, yaitu adenine dan fenilurea.

Hormon ini bersifat alami, tetapi harus menambahkan sintetik seperti penambahan DNA dari kelapa. Letak hormon sitokinin berada pada bagian akar. Nantinya akan melakukan transportasi ke seluruh tubuh tanaman melalui xylem dan floem.

Baca Juga: Fungsi Bronkus dan Bronkiolus yang Penting pada Sistem Pernapasan

Pembelahan Sel

Fungsi hormon sitokinin sebagai pembelahan sel tanaman. Sitokinin mampu meningkatkan pembelahan, pertumbuhan, dan perkembangan kultur sel tanaman. Dengan begitu, tanaman akan cepat tumbuh dan berkembang.

Penundaan Penuaan

Tumbuhan yang memiliki hormon sitokinin akan lebih tahan lama dalam penuaan. Sebab hormon ini mampu menunda penuaan pada bunga, daun, dan buah. Hormon sitokinin mampu mengontrol kemunduran yang menyebabkan kematian sel tanaman.

Penuaan ini melibatkan adanya penguraian klorofil dan protein. Hormon sitokinin akan diangkut oleh floem ke jaringan meristem atau bagian lain pada tanaman.

Kultur Jaringan Bersama Auksin

Hormon sitokinin juga berperan dalam kultur jaringan. Pemberian hormon sitokinin pada tanaman akan menyebabkan perbesaran ukuran sel dengan pembelahan. Jika seseorang tidak memberikan hormon ini, maka akan menghalangi perbesaran ukuran selnya.

Fungsi hormon sitokinin bercampur dengan auksin akan menumbuhkan sel baru dengan pembelahan. Pemberian hormon sitokinin yang lebih banyak dari jumlah auksin akan memicu kalus berkembang dari pucuk dan daun. Apabila kadar auksin lebih banyak, kalus akan berkembang menjadi akar.

Kultur jaringan yang menggunakan bagian irisan jaringan batang wajib memberikan sitokinin. Hal ini akan menyebabkan jaringan batang menebal. Sehingga pembentangan sel ke arah samping bisa sempurna.

Baca Juga: 12 Saraf Kranial yang Berperan Penting dalam Berbagai Fungsi Tubuh

Pengaturan Dominansi Apikal

Hormon sitokinin berfungsi sebagai kontrol dominansi apikal. Merupakan kemampuan tunas terminal untuk menekan perkembangan tunas aksilar. Dalam hal ini, hormon auksin dan sitokinin bekerja antagonis dalam mengatur pertumbuhan tunas aksilari.

Auksin ditransportasikan ke bawah tajuk secara langsung akan menghambat pertumbuhan tunas aksilari. Tajuk akan memanjang dengan mengorbankan perpanjangan cabang lateral. Sitokinin lalu akan masuk dari akar menuju ke sistem tajuk tumbuhan.

Sitokinin akan melawan kerja hormon auksin. Fungsi hormon sitokinin adalah memberikan syarat tunas aksilar untuk mulai tumbuh. Inilah fungsi auksin dan sitokinin dalam mengontrol penghambatan tunas aksilar.

Baca Juga: Fungsi Membran Mukosa, Selaput Lendir Pelindung Tubuh dari Virus

Jenis Hormon Sitokinin

Setelah mengetahui peran dari hormon sitokinin, kini bisa mengetahui jenis dari hormon ini. Sitokinin berasal dari jaringan yang masih tumbuh aktif yang ada pada bagian akar, buah, dan embrio. Hormon sitokinin dari akar akan diangkut ke bagian atas tumbuhan melalui jaringan xylem.

Sitokinin terbagi 2, yaitu:

Tipe adenine yang merupakan produksi akar, jaringan kambium, dan bagian tumbuhan lainnya. Dengan catatan, bagian tumbuhan ini memiliki sel yang masih aktif dan bisa membelah.

Yang kedua ada tipe fenilurea yang jarang menggunakan pembentukan oleh tumbuhan. Hal ini seperti pada difenilurea dan thidiazuron(TDZ).

Itulah fungsi hormon sitokinin bagi tumbuhan secara alami atau kultur jaringan yang manusia lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hormon sitokinin yang bekerja dengan auksin mampu memberikan hasil yang lebih baik bagi tanaman. Namun, ini hanya berlaku untuk fungsi tertentu pada tanaman. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Fungsi Hormon Sitokinin pada Perkembangan Tanaman appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->