logo

Senin, 16 November 2020

Investasi Jabar Tercatat Rp 380 Triliun Sepanjang Tahun 2020

Investasi Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih menjadi tujuan investor dalam negeri dan asing untuk menanamkan modal. Sampai dengan November 2020 ini, Investasi Jabar tercatat lebih dari Rp 380 triliun.

“Sangat membanggakan, Jawa Barat tiga tahun mendapat rangking satu investasi. Pada tahun ini pun tetap juara. Jabar memiliki infrastruktur dan SDM paling produktif,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Hotel Savoy Homann, Bandung, Senin (16/11/2020).

Ada kategori dari sumber investasi Jabar dengan total Rp 380 triliun. Yakni realized investment pada Januari sampai September 2020, kedua preparation stage atau tahap persiapan investasi, ketiga commitment stage atau tahap komitmen. Terakhir ready to offer atau nilai investasi siap tender.

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada periode Januari-September, Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama realisasi investasi berdasar pada lokasi mencapai 14,1 persen atau Rp 86,3 triliun.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara Nengsih mengatakan, dari berbagai investasi, investor paling minat dengan 5 sektor. Yakni, pertama konstruksi, kedua transportasi, komunikasi dan gudang, ketiga perumahan,  perkantoran dan kawasan industri. Keempat gas, air dan listrik. Kelima industri kendaraan bermotor.

“untuk penyerapan tenaga kerja paling banyak dari industri tekstil sebanyak 33,19 persen. Lalu industri barang kulit dan alas kaki, logam, mesin, elektronika, industri kendaraan bermotor dan lainnya,” kata Noneng.

Noneng menjelaskan, kategori nilai tahap investasi Jabar berasal dari 11 investor. Total nilai tahap persiapan dari 11 investor tersebut mencapai RP 251 triliun atau 17,9 miliar dolar dalam waktu 3-10 tahun. Seperti Amazon sebanyak Rp 417 miliar, Hyundai Motor Rp 18,1 triliun. Ada juga China Petroleum Corporation sebesar Rp 90,3 triliun untuk nilai tahap persiapan.

Dalam tahap komitmen investasi, ada 5 penandatanganan perjanjian kerjasama dalam WJIS 2020. Dengan nilai rencana investasi sebesar Rp 4,1 triliun. Dengan kerjasama utama untuk pengembangan infrastruktur, seperti hotel, MICE facilities, energi, warehouse dan rumah sakit.

Terakhir adalah investment project ready to offer (IPRO). Ada 16 proyek investasi yang siap tender dengan nilai Rp 39,5 triliun. Investasi terbesar adalah proyek Subang Smart Eco Industrial City, jumlahnya mencapai Rp 9,6 triliun. Subang Smarpolitan sebesar Rp 8,7 triliun.

WJIS 2020 Dapat Mendongkrak Investasi Jabar  

Noneng berharap WJIS 2020 ini juga bisa mendorong realisasi investasi pada triwulan IV sebelum akhir 2020. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jabar.

Sejak 2015. Jabar merupakan daerah yang penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan satu dari tiga provinsi yang kompetitif pada 2020. Hal ini karena ada faktor pendorong, yakni ketersediaan infrastruktur fisik, SDM yang melimpah dan daya tarik investasi langsung.

WJIS 2020 berlangsung 4 hari dari Senin-Kamis (16- 19 November 2020), melalui kegiatan ini mampu meningkatkan realisasi investasi Jabar. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang

The post Investasi Jabar Tercatat Rp 380 Triliun Sepanjang Tahun 2020 appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->