logo

Sabtu, 21 November 2020

Komponen Penyusun Nukleotida yang Penting pada Makhluk Hidup

Komponen Penyusun Nukleotida yang Penting pada Makhluk Hidup

Komponen penyusun nukleotida yaitu basa nitrogen, gula pentosa, serta satu atau lebih gugus fosfat. Bila ketiga subunit ini bergabung, maka akan membentuk nukleotida bernama nukleosida monofosfat.

Nukleotida sendiri merupakan monomer asam nukleat yang memiliki banyak fungsi pada metabolisme seluler. Senyawa organik ini berperan sebagai monomer penyusun asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) serta asam ribonukleat (RNA). Keduanya merupakan biomolekul penting yang menyusun makhluk hidup.

Selain itu, nukleotida juga berfungsi sebagai monomer dari sejumlah kofaktor. Yang mana merupakan senyawa non-protein berperan sebagai molekul membantu untuk aktivitas biologis proteinnya. Seperti KoA, FMN, NAD+, FAD, serta NADP.

Komponen Penyusun Nukleotida

Bila kita memperbesar DNA, akan memasuki inti sel kemudian mengungkap kromosom dan melihat untai ganda tipis. Bila anda memperbesar lebih jauh, maka akan terlihat masing-masing helai yang terbuat dari bahan kecil bernama nukleotida.

Nukleotida juga ada dengan sendirinya serta bisa menjadi bagian dari molekul selain DNA. Contohnya seperti energi pembawa ATP merupakan bentuk nukleotida.

Serangkaian tiga nukleotida dalam DNA merupakan kodon. Kemudian mengarahkan protein dalam sel untuk selalu menempelkan pada protein tertentu ke rangkaian DNA lainnya.

Melansir dari Wikipedia, nukleosida merupakan senyawa yang tersusun dari basa nitrogen heterosiklik dan gula pentosa. Oleh sebab itu, nukleotida juga tersusun dari nukleosida dan gugus fosfat. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan komponen penyusun nukleotida berikut ini.

Baca Juga: Komponen Biotik dan Abiotik dalam Suatu Ekosistem

Basa Nitrogen

Basa nitrogen merupakan informasi pusat yang membawa bagian dari struktur nukleotida. Molekul-molekul ini memiliki gugus fungsi dan kemampuan berbeda untuk berinteraksi satu sama lain.

Basa nitrogen ini merupakan Adenin (A), Sitosin (C), serta Guanin (G) yang ada pada DNA dan RNA. Kemudahan Timin (T) yang dapat kita temukan pada DNA serta Urasil (U) yang menggantikan Timin pada RNA.

Selain itu, komponen penyusun nukleotida ini juga untuk penyebutan basa jangka pendek. Penamaan mereka ada setelah fakta bahwa mereka basa, bukan asam, dan berisi beberapa atom nitrogen.

Nukleotida mampu berpasangan satu sama lain, seperti pasangan stosin dengan guanin, dan pasangan adenin dengan timin pada DNA atau RNA.

Gula Pentosa

Komponen nukleotida, yaitu gula pentosa yang merupakan monosakarida 5-karbon dengan rumus (CH2O)5. Yang mana membentuk dua kelompok yaitu aldopentosis serta ketopentosis. Sementara gula pentosa yang ada pada nukleotida adalah aldopentosis.

Gula ini berada antara dalam DNA dan RNA. Untuk gula dalam DNA merupakan asam deoksiribonukleat yang mengandung deoksiribosa. Sedangkan gula dalam RNA merupakan asam ribonukleat yang mengandung ribosa.

Perbedaan struktural yang ada pada antara komponen penyusun nukleotida ini adalah asam ribonukleat mengandung gugus hidroksil (-OH). Kemudian asam deoksiribonukleat hanya mengandung atom hidrogen sebagai pengganti gugus hidroksil tersebut.

Nukleotida yang mengandung asam deoksiribonukleat terkenal sebagai deoksiribonukleotida. Mereka mengandung asam ribonukleat yang bernama ribonukleotida. Sehingga molekul gula yang menentukan apakah nukleotida merupakan bagian dari molekul DNA atau RNA.

Baca Juga: Struktur Sel Prokariotik, Makhluk Hidup yang Tidak Memiliki Membran Inti

Gugus Fosfat

Penyusun nukleotida lainnya adalah gugus fosfat, yang membedakan nukleotida dari nukleosida. Penambahan ini akan mengubah nukleosida yang semula basa menjadi asam. Gugus fosfat ini penting karena membentuk ikatan fosfodiester dengan gula pentosa untuk membuat sisi “tangga” DNA.

Komponen penyusun nukleotida juga sangat penting karena ikatan hidrogen yang bergabung dengan basa nitrogen tidak terlalu kuat. Sisi tangga ini memiliki sifat hidrofilik atau tertarik ke air, sehingga memungkinkan DNA berikatan dengan air.

Fosfat ini juga merupakan atom fosfor terikat pada empat atom oksigen. Ikatan antara fosfat merupakan energi yang sangat tinggi dan bertugas sebagai pembentuk penyimpanan energi. Bila ikatan rusak, maka hasil energi dapat berguna untuk melakukan pekerjaan.

Nukleotida juga bisa menjadi nukleosida monofosfat bila banyak ikatan fosfat ke nukleotida. Selain itu, ia juga bisa menjadi nukleosida difosfat (dua ikatan fosfat) atau nukleosida trifosfat (tiga ikatan fosfat) seperti adenosin trifosfat (ATP). ATP ini merupakan komponen penting dari respirasi serta fotosintesis pada antara proses lainnya.

Itulah komponen penyusun nukleotida yang perlu anda ketahui. Dari ketiga rangkaian komponen tersebut bernama asam nukleat. Contohnya seperti DNA yang menyimpan informasi dalam sel tubuh manusia. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Komponen Penyusun Nukleotida yang Penting pada Makhluk Hidup appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->