logo

Rabu, 04 November 2020

Kromosom Haploid dan Diploid, Simak Beberapa Perbedaannya!

Kromosom Haploid dan Diploid

Kromosom haploid dan diploid merupakan dua jenis kromosom yang ada dalam sel. Kemudian, keduanya memiliki perbedaan berkaitan dengan jumlah kromosom. Tentu jumlah kromosom yang ada pada kandungan sel tersebut.

Kromosom merupakan struktur heliks yang ganda, kemudian menampung DNA, serta protein yang ada dalam sel. Dengan kata lain, kromosom adalah untaian rantai DNA dengan kandungan gen dalam organisme hidup. Lalu sebagai penampung DNA serta protein sel.

Selanjutnya, akan membantu dalam mengemas DNA. Terdapat kromosom homolog yang panjang dengan posisi sentromer serta pola pewarnaannya sama dengan gen dalam karakteristik lokasi yang sesuai.

Kromosom Haploid dan Diploid

Karena kromosom adalah untaian DNA yang ada pada tubuh organisme hidup, ia juga mengandung protein yang berfungsi sebagai pengemas DNA serta mengendalikan fungsi.

Kromosom ini terbagi atas dua jenis yang berdasarkan jumlah set kromosomnya pada sel biologis. Keduanya adalah kromosom diploid (2n) dan kromosom haploid (n).

Baca Juga: Perbedaan Difusi dan Osmosis dari Pengertian, Faktor Hingga Prosesnya

Kromosom 2n

Mengutip dari Wikipedia, kromosom 2n merupakan sebutan untuk sel yang mempunyai dua set genom. Pada setiap genom sel tersebut berpasangan dengan homolognya yang berdasarkan ukuran panjang dari kromosom.

Manusia mempunyai total 23 set kromosom sehingga keseluruhannya adalah 46 kromosom. Lalu terbagi dengan dua puluh dua pasang memiliki sifat autosomal.

Autosomal adalah sifat yang meminjamkan karakteristik yang non-seksual sementara dari pasangan terakhir (kromosom seks). Ini yang menjadikan salah satu perbedaan dari kromosom haploid dan diploid.

Pada manusia, terdapat sel somatik yang keadaannya adalah 2n (dua set). Lalu hanya beralih menuju pada keadaan haploid pada sel seks atau sel gamet. Pada sel jamur atau alga terjadi peralihan antara keadaan 2n dan haploid (n) pada saat siklus hidup mereka (alternasi generasi).

Selanjutnya, berada pada haploid selama tahapan siklus hidup mereka. Poliploidi mengacu pada kondisi yang mana keadaan beberapa rangkai kromosom muncul.

Hal tersebut pada umumnya tampak pada sel tanaman, akan tetapi tidak tampak pada sel hewan. Misalnya adalah spermatogonium atau sel bibit primordial.

Baca Juga: Perbedaan Mutasi Gen dan Mutasi Kromosom yang Perlu Diketahui

Kromosom n

Terdapat perbedaan dari kromosom n dan 2n secara jelas. Haploid (n) adalah sel dengan isi satu set kromosom saja yang ada pada sel. Jenis sel ini sering ada pada sel alga, tawon, semut, dan juga beberapa labah jantan.

Sel ini tidak sama dengan sel monoploid karena jumlah monoploid tersebut mengacu jumlah kromosom yang unik pada satu sel biologis.

Perbedaan lain dari kromosom haploid dan diploid adalah jika haploid hasil dari pembelahan secara meiosis. Pembelahan sel reduktan yang mana sel 2n telah membelah dalam menghasilkan spora atau sel bibit haploid.

Pada saat pembelahan meiosis, sel 2n terbagi dalam menghasilkan empat sel haploid pada dua putaran pembelahan tersebut. Dalam proses ini tak terjadi dalam tubuh organisme, seperti bakteri, yang melakukan reproduksi dengan proses aseksual (pembelahan biner).

Pada proses berkembangbiak atau reproduksi, sel 2n (pada pria dan juga wanita) menyatu dalam membentuk zigot. Lalu, pertumbuhan sel yang merupakan hasil dari mitosis.

Yang mana merupakan proses yang mana sel induknya membelah dalam menghasilkan sel anak yang sama persis (identik) dengan jumlah kromosom sama.

Proses reproduksi kromosom haploid dan diploid tersebut memang sedikit berbeda terhadap berbagai jenis sel. Sel hewan melalui proses mitosis yang terbuka dengan memecah membran inti.

Sedangkan, pada organisme jamur dan juga ragi menjalani proses pembelahan mitosis yang tertutup dengan membran inti yang utuh.

Perbandingan 2n dan n

Pada intinya, kromosom 2n dan n ini memiliki perbedaan yang jelas dari jumlah kromosomnya. Jika 2n memiliki kandungan dua set lengkap, maka n hanya memiliki setengahnya.

Kemudian, pada pembelahan selnya, kromosom 2n melakukan reproduksi dengan mitosis yang selnya sama persis. Sedangkan haploid berasal dari pembelahan meiosis, yang mana nantinya sel-sel tersebut akan bergabung kembali pada saat pembuahan.

Contoh untuk kromosom 2n adalah kulit, sel otot, dan juga darah. Lalu untuk kromosom n adalah sel yang berfungsi dalam proses reproduksi seksual, yakni sperma dan ovum (sel gamet). Jadi, dengan adanya kromosom haploid dan diploid ini, DNA dapat terbantu dalam mengendalikan fungsinya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Kromosom Haploid dan Diploid, Simak Beberapa Perbedaannya! appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->