logo

Minggu, 22 November 2020

Penyebab Penyakit Addison, Gejala dan Cara Pengobatannya

Penyebab Penyakit Addison, Gejala dan Cara Pengobatannya

Penyebab penyakit Addison umumnya berhubungan dengan terganggunya fungsi kelenjar adrenal. Penyakit Addison termasuk jenis yang langka sehingga tidak begitu populer. Namun mengenal pemicu dan gejala penyakit Addison sangalah penting, terutama untuk mengetahui cara pengobatannya.

Penyakit Addison, menurut Wikipedia, merupakan gangguan yang terjadi karena kelenjar adrenalin memproduksi atau menghasilkan hormon steroid yang jauh lebih rendah dari biasanya. Akibatnya tubuh kekurangan hormon jenis ini.

Jenis penyakit endokrin yang langka ini pertama kali ditemukan pada tahun 1855 oleh seorang dokter bernama Dr Thomas Addison. Karena itulah gangguan ini mengambil nama dokter asal Britania Raya tersebut.

Berkurangnya hormon steroid, khususnya dari golongan seperti kortisol dan aldosterone, bisa berbahaya untuk tubuh. Hormon kortisol memiliki fungsi penting dalam proses metabolisme, mengendalikan kadar gula darah, serta meredakan peradangan, dan meningkatkan kecerdasan otak.

Sedangkan hormon aldosteron berguna dalam menjaga kerja jantung, mengontrol tekanan darah, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, dan mengendalikan kadar potassium dan sodium.

Penyakit Addison populer juga dengan sebutan penyakit karena kekurangan adrenalin kronik, hipokortisisme atau hipokortisolisme. Faktor penyebab penyakit Addison karena terjadinya kerusakan primer pada kelenjar adrenal atau suprarenal.

Penyakit Addison bisa terjadi pada semua orang, baik laki-laki atau perempuan maupun dewasa atau anak-anak. Namun selama ini penyakit ini justru banyak menyerang wanita usia produktif dan anak-anak.

Penyebab Penyakit Addison

Kelenjar adrenal atau populer juga dengan sebutan kelenjar suprarenalis atau kelenjar anak ginjal merupakan jenis kelenjar endokrin yang terletak sebelah atas rongga ginjal. Kelenjar ini memiliki fungsi penting untuk tubuh.

Gangguan terhadap kelenjar endokrin bisa menyebabkan terganggunya kesehatan tubuh. Nah, berikut ini beberapa faktor penyebab penyakit Addison yang sebaiknya Anda tahu.

Adanya Pendarahan

Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian, yaitu medula dan korteks. Korteks yang merupakan lapisan luar kelenjar adrenal mendominasi berat kelenjar ini dan memproduksi hormon kortikosteroid.

Jika terjadi pendarahan pada salah satu bagian ini, baik pada medulla atau pada korteks bisa mengakibatkan produksi hormon akan berkurang. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit Addison.

Konsumsi Obat Steroid

Penggunaan beberapa jenis obat-obatan khususnya yang mengandung steroid juga bisa menyebabkan penyakit ini. Terlebih jika konsumsi ini berlangsung terus menerus justru akan menyebabkan produksi hormon menurun.

Mengonsumsi obat-obatan semacam ini pada tahap awal mungkin akan merangsang kerja kelenjar endokrin untuk meningkatkan produksinya. Namun jika konsumsi ini berlangsung lama justru bisa merusak medulla dan korteks.

Faktor Genetik

Penyebab penyakit Addison juga bisa karena faktor genetika. Jika orang tua Anda ada yang pernah mengalami penyakit ini maka risiko Anda terkena juga akan menjadi lebih besar.

Namun untuk memastikannya biasanya dokter akan memeriksa riwayat penyakit dari orang tua. Tidak setiap penyebab membuat gangguan ini bersifat genetis. Faktor keturunan umumnya terjadi jika penyakit ini karena kelainan autoimun.

Krisis Addisonian

Ini merupakan kondisi yang terjadi karena adanya faktor lain yang bisa memperparah penyakit. Seperti terjadinya cedera yang terjadi pada kelenjar adrenal, infeksi, ataupun stres akibat penyakit yang berkepanjangan.

Kondisi krisis ini juga bisa terjadi karena penyakit ini tidak segera mendapat pengobatan. Penurunan hormon kortisol yang tidak segera mendapat pengobatan bisa menyebabkan penyakit Addison yang parah.

Beberapa gejala yang timbul akibat krisis addisonian antara lain mengalami tekanan darah rendah, kadar potassium meningkat, kadar sodium menurun, diare dan muntah, nyeri pada kaki, perut dan punggung, hingga hilangnya kesadaran.

Penyakit Autoimun

Gangguan pada autoimun termasuk salah satu penyebab penyakit Addison yang sering terjadi. Penyakit yang populer dengan sebutan sindrom autoimun poliglandular (APS) ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh justru menyerang kelenjar adrenal.

APS merupakan jenis penyakit autoimun yang bersifat genetis dan diwariskan kepada anak-anaknya. Pada kasus ini sistem imunitas justru memandang korteks sebagai benda asing dan menyebabkan korteks sebagai lapisan terluar dari kelenjar adrenal menjadi rusak.

Ada banyak jenis penyakit autoimun yang bisa mengakibatkan penyakit Addison. Seperti diabetes melitus tipe 1, sindrom schmidt, penyakit graves, celliac, hipoparatiroid idiopatik, vitiligo, atau miestenia gravis.

Penyakit Kanker

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab penyakit Addison adalah kanker. Namun jenis kanker ini biasanya menyerang pada kelenjar adrenal, khususnya pada bagian korteks dan atau medulla.

Karena serangan kanker inilah maka hormon hasil produksi kelenjar endokrin akan menurun secara drastis. Parahnya lagi, ini juga akan memicu timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya.

Tuberkulosis

Penyakit Addison juga bisa terjadi pada penderita TBC (Tuberkulosis). Hal ini karena bakteri yang menyebabkan TBC telah menjangkau kelenjar adrenal. Akibatnya produksi hormon dari kelenjar ini akan menurun.

Namun gangguan Addison yang terjadi karena TBC utamanya pada jenis yang menyerang bagian pernafasan maupun TBC tulang. Karena itu penderita TBC yang kronis perlu segera mendapat pertolongan medis yang tepat.

Gejala Penyakit Addison

Selain mengenal penyebab penyakit Addison Anda juga perlu mengetahui apa saja ciri atau tanda dari gangguan ini. Apalagi ini termasuk penyakit langka yang terbilang sangat jarang terjadi.

Namun untuk mengenal gejala penyakit Addison tidak mudah. Pada penderita yang baru pada tahap awal gejalanya lebih mirip penyakit lainnya. Sehingga ini akan menyebabkan sulitnya mengenali penyakit langka ini.

Gejala Awal Penyakit Addison

Umumnya gejala awal penyakit Addison tidak jauh berbeda dengan penyakit lainnya. Mungkin karena inilah yang menyebabkan penyakit ini sering terlambat mendapatkan pengobatan dengan cepat.

Nah, berikut ini beberapa gejala yang umum terjadi pada awal serangan penyakit Addison. Kenali tanda yang ada agar Anda bisa segera membawanya ke dokter.

  1. Rasa haus berlebihan – Penderita penyakit Addison umumnya akan mengalami rasa haus secara berlebihan. Hal ini merupakan efek akibat kekurangan aldosterone sehingga tubuh akan menjaga kadar kalium dengan memproduksi sodium dalam jumlah besar.
  2. Sering buang air kecil – Gejala penyakit Addison lainnya adalah sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena kita akan sering minum akibat tubuh yang mengalami dehidrasi dan timbulnya rasa haus yang berlebihan.
  3. Tubuh mudah lelah – Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan cairan, otot dan tubuh juga terasa lemah karena terjadinya penurunan kadar gula darah.
  4. Timbul keinginan untuk mengonsumsi makanan asin. Tanda ini yang akan mendorong tubuh seperti sering haus dan terdorong untuk banyak minum.
  5. Berat badan akan turun akibat menurunnya nafsu makan.
  6. Penderita umumnya mudah tersinggung, bahkan tak sedikit yang mengalami depresi. Tanda ini mudah kita kenali meskipun perlu diagnosis yang lebih dalam.

Gejala Penyakit Addison Tingkat Lanjut

Jika penyebab penyakit Addison akan membuat kondisi menjadi semakin parah. Berikut ini beberapa gejala penyakit Addison tingkat lanjut yang sebaiknya Anda waspadai.

  1. Timbul rasa nyeri yang sangat pada bagian sendi, perut, dan punggung.
  2. Tubuh mengalami kelelahan yang kronis akibat kondisi yang semakin parah.
  3. Sering mengalami kebingungan dan depresi yang parah.
  4. Mengalami diare terus menerus dan kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  5. Gangguan berkonsentrasi maupun untuk fokus.
  6. Warna kulit tubuh yang berubah menjadi lebih gelap karena otak menghasilkan korticotropin untuk mengatasi berkurangnya hormon kortikosteroid. Ini akan menyebabkan berubahnya warna kulit.
  7. Jika terjadi perempuan akan menyebabkan terjadinya menstruasi yang tidak teratur.
  8. Pada pria umumnya akan mengalami disfungsi seksual.
  9. Untuk penderita yang masih anak-anak akan menyebabkan terlambat mengalami pubertas.
  10. Timbulnya peradangan pada mulut.
  11. Sering mengalami muntah yang bisa mengakibatkan mudah pingsan.

Cara Pengobatan Penyakit Addison

Setelah mengenal berbagai penyebab penyakit Addison beserta gejalanya, pengobatan yang cepat sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi semakin parah.

Cara pengobatan penyakit Addison harus fokus dalam mengembalikan fungsi kelenjar endokrin agar kadar hormon steroid kembali normal. Namun karena ini merupakan penyakit langka, maka pengobatan harus secara medis dari dokter.

Pengobatan yang umumnya untuk penderita penyakit Addison adalah dengan pemberian obat kortokosteroid. Ada banyak jenis obat semacam ini yang berfungsi untuk mengatasi kekurangan hormon endokrin.

Namun kondisi maupun penyebab Addison setiap orang tentunya berlainan. Karena itu dokter akan memberikan obat setlah melakukan diagnosis yang tepat. Maka dari itu segera periksakan ke dokter saat mengalami gejala yang ada.

Itulah berbagai faktor penyebab serta gejala penyakit Addison beserta cara pengobatannya yang wajib Anda tahu. Kenali juga gejala penyakit langka ini agar pengobatannya juga lebih efektif. Meskipun jarang terjadi namun penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja. (R11/HR-Online)

Editor: Eva Latifah

The post Penyebab Penyakit Addison, Gejala dan Cara Pengobatannya appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->