logo

Kamis, 05 November 2020

Planet Lava K2-141b, Memiliki Lautan Lava dan Angin Supersonik

Planet Lava K2-141b

Planet Lava K2-141b adalah salah satu planet yang ada dalam tata surya yang unik dan khas. Keunikan ini lebih cenderung mengarah pada sesuatu yang ekstrim dan mengerikan. K2-141b ini adalah eksoplanet yang tidak mungkin dapat makhluk hidup tinggali.

Karena, ada hal ekstrem yang terdapat dalam planet ini, yakni magma atau lava berupa lautan yang dalamnya mencapai 100 kilometer.

Bahkan, planet ini penuh dengan angin supersonik dengan laju atau kecepatan hembusannya 5.000 kilometer per jam. Jauh berbeda dengan apa yang ada pada beberapa planet yang para ahli astronomi temukan.

Baca Juga: Planet Mars Dekati Bumi Mulai 6 Oktober, Pertanda Apa?

Planet Lava K2-141b

Semua bagian dari tata surya memiliki ciri khas serta keunikan masing-masing, baik bintang, komet, asteroid, hingga planet-planet. Salah satu yang kembali astronom temukan baru-baru ini adalah eksoplanet K2-141b.

Melansir dari situs McGill University, jika planet ini adalah salah satu planet paling ekstrim dengan kondisi yang mengerikan. Bahkan, saking mengerikannya, planet ini sangat tidak layak huni seperti Bumi.

Planet ekstrasurya ini mempunyai lautan lava dengan kedalaman mencapai seratus kilometer dan juga angin supersonik dengan hembusan lima ribu kilometer per jam. Penelitian terhadap salah satu planet itu memakai simulasi komputer dalam upaya memprediksi keadaan planet sebesar Bumi tersebut.

Dari hasil penelitian mereka, mengungkapkan jika planet Lava K2-141b mempunyai laut, permukaan planet, serta atmosfernya terdiri atas batuan yang bisa menguap dan menghasilkan hujan batu yang kembali lagi ke planet ini.

Kondisi cuaca yang ekstrim tersebut telah dalam prediksi penelitian dengan cara bertahap dan juga permanen mengubah dari permukaan serta atmosfer planet larva ini dari masa ke masa.

“Penelitian ini merupakan yang pertama kali dengan mengungkapkan prediksi mengenai keadaan cuaca K2-141b yang bisa kami deteksi. Pendeteksian tersebut kami lakukan dari jarak beberapa ratus tahun cahaya menggunakan teleskop generasi yang berikutnya. Misalnya James Webb Space Telescope,” kata peneliti utama, mahasiswa PhD Giang Nguyen.

Kondisi Cuaca Planet K2-141b

Planet Lava K2-141b ini begitu dekat dengan bintangnya. Lalu dengan demikian, secara gravitasi, akan terkunci pada posisinya dengan sisi yang sama secara terus-menerus sehingga mengalami pemanasan. Kemudian, para ahli menentukan jika kira-kira dua pertiga dari permukaan K2-141b ini mengalami waktu siang hari tanpa akhir.

Sehingga satu per tiga dari permukaannya berada dalam suhu yang dingin hingga mencapai -200 derajat Celcius. Lalu, pada bagian sisi panas K2-141b ini memiliki temperatur sekitar 3.000 derajat Celcius.

Kondisi tersebut bukan hanya mampu melelehkan batu-batuan yang ada pada planet tersebut, akan tetapi juga bisa menguapkannya ke angkasa. Pada akhirnya menghasilkan atmosfer yang tipis pada beberapa bagian area permukaannya.

“Penemuan ini berarti memiliki kemungkinan jika atmosfer sedikit meluas pada area luar lautan lava tersebut. Jadi, membuatnya lebih mudah untuk kami kenali dengan menggunakan teleskop luar angkasa,” kata Profesor Nicolas Cowan, rekan penulis penelitian.

Baca Juga: Planet Super Panas WASP-189b Berwarna Biru Mampu Melelehkan Besi

Siklus Planet K2-141b

Kondisi panas yang ada pada planet Lava K2-141b ini mengakibatkan atmosfer dari uap batuan mengalami presipitasi layaknya air yang ada di Bumi.

Pada siklus Bumi, air menguap serta naik menuju atmosfer. Kemudian uap air tersebut akan mengembun lalu kembali jatuh menjadi hujan.

Hal ini juga sama dengan apa yang terjadi pada silikon monoksida, natrium, serta silikon dioksida yang terdapat pada planet K2-141b ini.

Siklus yang terjadi di planet Lava ini, uap air yang ada karena bebatuan tersebut akan menguap dan menuju ke sisi bagian malam yang sangat dingin melalui dorongan angin supersonik.

Kemudian, bebatuan tersebut akan kembali turun seperti hujan menjadi lautan magma. Selanjutnya, bebatuan tersebut kembali tersapu ke bagian panas atau sisi siang dari planet ekstrasurya ini. Bebatuan tersebut kembali menguap, begitu seterusnya.

Para ilmuwan juga menjelaskan jika siklus cuaca pada atmosfer planet Lava K2-141b tidak stabil, dan berbeda dengan kondisi Bumi. Contohnya, pada aliran magma yang menuju ke bagian sisi panas atau sisi siang dari K2-14b ini lambat, yang mana akhirnya bisa membentuk kembali permukaan dari planet.

“Seluruh bagian planet adalah bebatuan, termasuk Bumi. Planet ini awalnya sebagai dunia cair yang kemudian dengan cepat dingin dan mengeras, ” kata Profesor Cowan. “Ini merupakan pemandangan yang langka pada proses evolusi dari planet Lava K2-141b ini.” (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Planet Lava K2-141b, Memiliki Lautan Lava dan Angin Supersonik appeared first on Harapan Rakyat Online.



close
Subscribe
end: rekat float-->